Singapura bokongi kita lewat seluler

Membaca pulsa edisi 104 tulisan Legiman Misdiyono dengan judul asli “Seluler Telanjangi kita” sangat menarik keinginan saya untuk menuliskannya dalam blog dan saya ber judul “Singapura bokongi kita lewat seluler” mungkin suatu judul yang extrim namun menurut saya itulah realita yang ada sekarang.

Industri seluler di indonesia tumbuh sangat mencengangkan dari hanya segelintir orang dan merupakan barang wah sekarang menjadi dagangan yang laris manis dan kini pengguna seluler indonesia kurang lebih mencapai 60 juta nomor, seluler telah mempengaruhi hajat hidup orang banyak.

mendengar kata-kata”hajat hidup orang banyak” tentu kita ingat dengan UUD’45 pasal 33 yang menyatakan ‘Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara’. Hajat hidup dapat diartikan suatu yang selalu kita gunakan atau konsumsi sehari-hari, suatu yang strategis dan berpengaruh besar pada kehidupan kita yang bila dikelola tanpa mempertimbangkan kemampuan rakyat akan memiliki dampak sosial yang tinggi. Lalu apa hubungannya seluler dengan hajat hidup kita?.

Hitung saja berapa kebutuhan pokok keluarga anda. beras misal 15 ribu, tagihan listrik 200 rb, air 150 rb, bagaimana dengan pengeluaran pulsa anda dan keluarga? saya yakin di atas angka kebutuhan di atas.

Bukan rahasia umum bahwa 41,94% saham Indosat dikuasai oleh Temasek Holding singapura melalui anak perusahaannya : Singapore Technologi Telemedia, Sementara 35% saham Telkomsel dikuasai Singapore Telecommunications Limited (Singtel), yang 56% sahamnya dikuasai Temasek, bahkan beredar kabar kalo temasek memiliki saham di khasanah National Berhard perusahaan yang memegang 16,81% saham XL, menyedihkan bagi kita negara sekecil singapura telah membokongi kita lewat seluler dan mengendalikan sebagian hajat hidup kita, lalu apa bahayanya???.

Laporan Federasi serikat pekerja (FSP) BUMN bersatu kepada KPPU mereka menduga indosat dan telkomsel melakukan praktek penetapan harga (price fixing). Sangat ganjil jika melihat bahwa tarif seluler indosat memiliki struktur pola yang sama dengan Telkomsel yang notabenenya kompetitor mereka. Price fixing melanggar pasal 5 UU No.5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, itu baru dari sisi tarif coba tengok dari sisi yang lebih strategis melalui satelit-satelit yang di miliki indosat yang telah di kuasai asing (singapura) tak ada yang tidak mungkin kita dimatai-matai secara terbuka dinegara sendiri, percakapan, teritorial, bahkan aktifitas kita???

Lalu kesalahan siapa? Ya, pemerintah kita terlalu lunak dalam menyikapi penguasaan aset-aset penting dan strategis oleh asing , padahal UUD’45 telah secara tegas melarang hal itu. palagi dalam pasal 6 ayat (1) huruf (c) UU no 1 tahun 1967 tentang penanaman modal sebagaimana di ubah dengan UU no.11 tahun 1970, tersurat bahwa telekomunikasi adalah salahsatu bidang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak, karena itu harus dikuasai oleh negara dan tertutup bagi penanaman modal asing secara penuh.

Ironi sekali dengan iklan Pertamina yang menggembar-gemborkan pakai produk dalam negeri dan untungnya untuk bangsa kita sendiri, disisi lain dengan 1000 iklan berbau nasionalisme pun kita tak akan pernah peduli karna telekomunikasi adalah sebagian kebutuhan hajat hidup kita………..terserah anda menyikapinya!!!

Iklan

Satu Tanggapan to “Singapura bokongi kita lewat seluler”

  1. he..he…bokong??? mending bokong gue gede……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: